Decision Rights – Dalam sebuah tim, masalah tidak selalu muncul karena orang tidak mampu mengambil keputusan. Sering kali masalah justru terjadi karena tidak jelas siapa yang sebenarnya berhak memutuskan.

Ketika sebuah persoalan muncul, anggota tim saling menunggu. Ada yang merasa harus meminta persetujuan atasan. Ada yang takut mengambil keputusan karena khawatir dianggap melangkahi wewenang. Di sisi lain, pemimpin justru menerima terlalu banyak pertanyaan yang sebenarnya bisa diselesaikan oleh anggota tim.

Situasi seperti ini membuat pekerjaan menjadi lambat.

Konsep Decision Rights membantu perusahaan memberikan kejelasan tentang siapa yang memiliki hak untuk mengambil keputusan tertentu. Dengan batas kewenangan yang jelas, anggota tim dapat bekerja lebih mandiri tanpa kehilangan arah dari organisasi.

Decision Rights

Apa Itu Decision Rights?

Decision Rights adalah kejelasan mengenai siapa yang memiliki kewenangan untuk membuat keputusan dalam suatu pekerjaan atau situasi tertentu.

Konsep ini bukan berarti semua keputusan harus diberikan kepada anggota tim. Ada keputusan yang memang harus berada di tangan leader karena berkaitan dengan strategi, risiko, anggaran, atau kebijakan perusahaan.

Sebaliknya, ada keputusan operasional yang seharusnya dapat diselesaikan langsung oleh anggota tim tanpa harus selalu menunggu persetujuan atasan.

Masalahnya bukan siapa yang memiliki jabatan lebih tinggi. Masalah utamanya adalah apakah orang yang mengambil keputusan memang memiliki kewenangan dan informasi yang cukup untuk bertindak.

Mengapa Decision Rights Penting bagi Tim?

Tim akan lebih mudah bergerak ketika setiap orang memahami batas tanggung jawabnya.

Bayangkan seorang customer service menemukan masalah yang sebenarnya bisa diselesaikan dalam beberapa menit. Namun karena tidak mengetahui batas kewenangannya, ia harus meminta persetujuan supervisor terlebih dahulu.

Supervisor kemudian meminta konfirmasi kepada manager. Manager meminta data tambahan. Pada akhirnya, masalah sederhana membutuhkan waktu jauh lebih lama.

Hal seperti ini bukan hanya menghambat pekerjaan. Pelanggan juga bisa ikut merasakan dampaknya.

Dalam materi Leadership & Teamwork Management, Coach Dian Saputra mencantumkan tugas dan tanggung jawab yang kurang jelas, kesulitan membagi tugas dan delegasi, serta problem solving dan decision making yang lambat sebagai beberapa tantangan yang sering dihadapi leader dan tim.

Karena itu, kejelasan hak mengambil keputusan menjadi bagian penting dalam membangun kerja tim yang efektif.

Jangan Semua Keputusan Menunggu Leader

Salah satu kebiasaan yang dapat menghambat tim adalah ketika hampir semua keputusan harus melewati satu orang.

Awalnya mungkin terlihat aman. Leader merasa semua keputusan dapat dikontrol. Namun dalam jangka panjang, pola tersebut membuat anggota tim terlalu bergantung pada pemimpin.

Leader menjadi tempat bertanya untuk hampir semua persoalan. Akibatnya, waktu pemimpin banyak terserap untuk keputusan kecil yang sebenarnya bisa didelegasikan.

Tim juga menjadi kurang terbiasa berpikir dan bertanggung jawab atas keputusan mereka sendiri.

Leadership yang sehat bukan berarti leader mengambil semua keputusan. Justru salah satu tugas leader adalah menciptakan kondisi agar anggota tim mampu mengambil keputusan sesuai tanggung jawabnya.

Tentukan Batas Keputusan dengan Jelas

Tidak semua keputusan memiliki tingkat risiko yang sama.

Keputusan yang berkaitan dengan strategi perusahaan tentu membutuhkan pertimbangan berbeda dengan keputusan teknis sehari-hari. Karena itu, perusahaan perlu membedakan keputusan yang harus berada pada level leader dengan keputusan yang dapat di berikan kepada anggota tim.

Misalnya, seorang staf dapat di berikan kewenangan menyelesaikan keluhan pelanggan tertentu selama masih berada dalam batas kebijakan perusahaan.

Jika masalah tersebut sudah melewati batas tertentu, barulah eskalasi di lakukan kepada supervisor atau manager.

Dengan pola seperti ini, anggota tim tidak merasa di lepas begitu saja. Mereka tetap memiliki batas yang jelas tentang kapan boleh memutuskan dan kapan harus meminta bantuan.

Decision Rights Harus Di Ikuti Accountability

Memberikan hak untuk mengambil keputusan juga berarti memberikan tanggung jawab.

Jika seseorang di berikan kewenangan untuk menentukan tindakan, ia perlu memahami konsekuensi dari keputusan tersebut.

Karena itu, leader perlu membangun budaya di mana anggota tim tidak hanya bertanya, “Saya boleh memutuskan atau tidak?”

Lebih jauh dari itu, mereka perlu belajar bertanya, “Apa keputusan yang paling tepat berdasarkan tanggung jawab saya?”

Perubahan cara berpikir ini penting. Tim tidak lagi hanya menunggu instruksi, tetapi mulai belajar mempertimbangkan masalah, mencari informasi, dan mengambil tindakan.

Di situs Sinergi Corpora Indonesia, pembahasan tentang leadership juga menekankan pentingnya kejelasan arah, kepercayaan, ownership, komunikasi terbuka, serta keterlibatan anggota tim dalam penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan.

Bagaimana Leader Menentukan Decision Rights?

Langkah pertama adalah melihat jenis keputusan yang sering muncul dalam pekerjaan.

Leader dapat mulai dari keputusan yang paling sering membuat pekerjaan terhambat. Setelah itu, tentukan siapa yang paling dekat dengan masalah dan memiliki informasi yang di butuhkan untuk mengambil keputusan.

Tidak semua keputusan harus di buat oleh orang dengan jabatan tertinggi.

Dalam beberapa situasi, justru orang yang berada paling dekat dengan pekerjaan memiliki informasi paling lengkap. Tentu saja, keputusan tersebut tetap harus berada dalam batas kewenangan yang sudah di sepakati.

Setelah kewenangan di berikan, leader perlu menjelaskan batasnya secara sederhana. Tim perlu tahu keputusan apa yang boleh di ambil sendiri, keputusan apa yang perlu di konsultasikan, dan keputusan apa yang wajib mendapatkan persetujuan.

Dengan begitu, delegasi tidak lagi terasa seperti memberikan pekerjaan semata. Delegasi menjadi proses memberikan tanggung jawab sekaligus ruang untuk bertindak.

Komunikasi Menjadi Kunci

Decision Rights tidak akan berjalan jika komunikasi di dalam tim buruk.

Anggota tim mungkin sudah di berikan kewenangan, tetapi tetap takut mengambil keputusan karena sebelumnya sering di salahkan ketika hasilnya tidak sesuai harapan.

Karena itu, leader perlu menciptakan ruang komunikasi yang membuat anggota tim berani menyampaikan pertimbangan sebelum mengambil keputusan penting.

Coach Dian Saputra sendiri menempatkan komunikasi efektif, pengambilan keputusan, delegasi tugas, dan kemampuan kepemimpinan sebagai bagian dari keterampilan yang di kembangkan dalam program Leadership & Teamwork Management.

Artinya, kemampuan mengambil keputusan tidak berdiri sendiri. Ia berkaitan dengan komunikasi, kepercayaan, kepemimpinan, dan kemampuan bekerja bersama.

Decision Rights Membuat Tim Lebih Responsif

Ketika hak mengambil keputusan sudah jelas, proses kerja dapat menjadi lebih sederhana.

Anggota tim tidak harus terus-menerus menunggu instruksi. Leader juga dapat lebih fokus pada persoalan yang membutuhkan perhatian strategis.

Yang berubah bukan hanya kecepatan kerja. Rasa memiliki terhadap pekerjaan juga dapat berkembang karena anggota tim di beri ruang untuk bertanggung jawab atas hasil yang mereka kerjakan.

Inilah alasan mengapa Decision Rights perlu di lihat sebagai bagian dari sistem kerja tim, bukan sekadar pembagian wewenang.

Tim yang mengetahui siapa yang berhak memutuskan akan lebih mudah bergerak ketika menghadapi masalah. Mereka juga lebih memahami kapan harus bertindak sendiri dan kapan harus melakukan eskalasi.

Kesimpulan

Decision Rights membantu tim memahami siapa yang berhak mengambil keputusan, sejauh mana kewenangannya, dan kapan sebuah masalah perlu di teruskan kepada leader.

Tanpa kejelasan tersebut, pekerjaan mudah terjebak dalam budaya menunggu. Anggota tim takut mengambil keputusan, sementara leader terlalu banyak menangani persoalan operasional.

Sebaliknya, ketika kewenangan, tanggung jawab, dan komunikasi di bangun dengan jelas, tim memiliki ruang untuk bekerja lebih mandiri sekaligus tetap berada dalam arah organisasi.

Leadership bukan hanya tentang memberikan instruksi. Leader juga perlu membangun sistem kerja yang membuat orang tahu apa yang harus di lakukan, kapan harus bertindak, dan keputusan apa yang menjadi tanggung jawabnya.

Coach Dian Saputra melalui program Leadership & Teamwork Management menempatkan pengembangan kepemimpinan dan efektivitas kerja tim sebagai bagian penting dalam peningkatan kualitas SDM perusahaan. Program tersebut menggunakan pembelajaran berbasis kasus serta membahas komunikasi, delegasi, pengambilan keputusan, dan kerja sama tim.

Decision Rights

Bangun Tim yang Lebih Mandiri dalam Mengambil Keputusan

Jika perusahaan Anda menghadapi masalah seperti keputusan yang terlalu lama, delegasi yang belum jelas, atau anggota tim yang terlalu bergantung pada leader, penguatan kemampuan leadership dan teamwork dapat menjadi langkah yang relevan.

Konsultasikan kebutuhan Training Leadership & Teamwork Management bersama Coach Dian Saputra melalui WhatsApp 082245009200.

Informasi lebih lanjut mengenai program pengembangan leadership dan teamwork dapat Anda kunjungi melalui diansaputra.com sebagai link internal dan sinergicorporaindonesia.com sebagai referensi eksternal.