Cara Menentukan Positioning – Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, memiliki produk bagus saja belum cukup. Banyak bisnis memiliki kualitas layanan yang baik, harga menarik, dan promosi aktif, tetapi tetap sulit menonjol di mata calon pelanggan. Salah satu penyebabnya adalah positioning yang belum jelas.

Cara menentukan positioning yang kuat menjadi hal penting karena positioning membantu bisnis dikenal dengan identitas yang berbeda. Positioning bukan sekadar slogan. Positioning adalah cara bisnis ingin dipahami, diingat, dan dipilih oleh pasar.

Bisnis yang tidak memiliki positioning biasanya terlihat sama dengan kompetitor. Akibatnya, pelanggan hanya membandingkan dari harga. Padahal, ketika positioning kuat, pelanggan tidak hanya melihat murah atau mahal. Mereka melihat nilai, kepercayaan, solusi, dan alasan mengapa bisnis Anda layak dipilih.

Apa Itu Positioning dalam Bisnis?

Positioning adalah posisi unik yang ingin dibangun oleh sebuah brand di pikiran target market. Dengan kata lain, positioning menjawab pertanyaan sederhana: “Mengapa pelanggan harus memilih kita, bukan kompetitor?”

Misalnya, ada banyak bisnis training, konsultan, kuliner, properti, digital printing, hingga jasa profesional. Namun, tidak semua mudah diingat. Brand yang mudah diingat biasanya memiliki kejelasan tentang siapa target pasarnya, masalah apa yang diselesaikan, dan nilai apa yang paling kuat ditawarkan.

Berdasarkan pendekatan pengembangan SDM dan bisnis yang di jalankan Sinergi Corpora Indonesia, positioning juga berkaitan erat dengan kemampuan perusahaan membangun kualitas sumber daya manusia dan strategi bisnis yang lebih produktif. Sinergi Corpora Indonesia sendiri di kenal sebagai lembaga training dan consulting yang membantu pengembangan SDM, leadership, sales, marketing, service excellence, serta pertumbuhan bisnis perusahaan.

Cara Menentukan Positioning

Mengapa Positioning yang Kuat Itu Penting?

Positioning yang kuat membuat bisnis lebih mudah di kenali. Saat pasar memahami keunikan Anda, proses promosi menjadi lebih terarah. Tim sales juga lebih mudah menjelaskan nilai produk atau layanan kepada calon pelanggan.

Tanpa positioning, pesan marketing sering melebar ke mana-mana. Hari ini ingin terlihat murah, besok ingin terlihat premium, lalu minggu depan ingin di anggap paling lengkap. Akhirnya, calon pelanggan bingung menangkap identitas bisnis tersebut.

Positioning yang jelas juga membantu perusahaan mengambil keputusan. Mulai dari desain promosi, gaya komunikasi, pilihan produk, harga, pelayanan, hingga cara tim menghadapi pelanggan. Semuanya menjadi lebih konsisten karena memiliki arah yang sama.

Coach Dian Saputra Sebagai Trainer dan Motivator dalam Pengembangan Positioning Bisnis

Dalam konteks pengembangan bisnis dan SDM, Coach Dian Saputra sebagai Trainer/Motivator berperan menjelaskan bagaimana positioning tidak hanya di bangun melalui promosi, tetapi juga melalui kualitas manusia, pelayanan, komunikasi, leadership, dan strategi penjualan yang konsisten. Melalui pengalaman sebagai corporate trainer sejak 2011, Coach Dian Saputra di kenal membawakan materi yang aplikatif di bidang leadership, sales, marketing, service excellence, dan pengembangan SDM, sehingga pembahasan positioning dapat di pahami bukan hanya sebagai teori marketing, tetapi sebagai strategi nyata untuk membangun kepercayaan pasar.

Cara Menentukan Positioning yang Kuat

Langkah pertama dalam menentukan positioning adalah memahami target market secara jelas. Bisnis tidak bisa menjadi solusi untuk semua orang. Semakin luas target yang di kejar, semakin kabur pesan yang di sampaikan. Karena itu, tentukan siapa pelanggan utama Anda, apa masalah mereka, apa kebutuhan mereka, dan apa alasan mereka mencari solusi.

Setelah itu, pahami masalah utama yang ingin di selesaikan. Positioning yang kuat selalu berangkat dari masalah nyata. Jika bisnis Anda bergerak di bidang training, misalnya, masalah pelanggan bisa berupa rendahnya produktivitas, lemahnya leadership, pelayanan kurang konsisten, atau sales yang sulit mencapai target.

Langkah berikutnya adalah menemukan keunggulan utama. Keunggulan ini tidak harus selalu paling murah atau paling lengkap. Bisa saja keunggulannya adalah lebih aplikatif, lebih personal, lebih cepat, lebih terpercaya, lebih premium, atau lebih mudah di terapkan.

Namun, keunggulan tersebut harus nyata. Jangan membuat positioning yang hanya terdengar bagus, tetapi tidak sesuai pengalaman pelanggan. Jika bisnis ingin di kenal sebagai solusi yang profesional, maka cara komunikasi, kualitas pelayanan, materi promosi, hingga cara tim menindaklanjuti pelanggan juga harus profesional.

Positioning yang kuat juga perlu di kemas dalam kalimat sederhana. Hindari kalimat yang terlalu panjang dan sulit di pahami. Pelanggan harus bisa menangkap nilai bisnis Anda dalam waktu singkat.

Contohnya, bukan hanya mengatakan “kami menyediakan jasa training.” Kalimat itu masih terlalu umum. Akan lebih kuat jika di ubah menjadi “kami membantu perusahaan meningkatkan kualitas leadership, sales, service excellence, dan produktivitas tim melalui training yang aplikatif dan terukur.”

Cara Menentukan Positioning: Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menentukan Positioning

Banyak bisnis gagal membangun positioning karena terlalu fokus meniru kompetitor. Mereka melihat kompetitor ramai, lalu mengikuti gaya yang sama. Padahal, meniru tanpa strategi justru membuat brand kehilangan karakter.

Kesalahan lain adalah terlalu banyak menonjolkan fitur, tetapi lupa menjelaskan manfaat. Pelanggan tidak hanya ingin tahu apa yang Anda jual. Mereka ingin tahu bagaimana produk atau layanan Anda membantu menyelesaikan masalah mereka.

Selain itu, ada juga bisnis yang positioning-nya berubah terlalu sering. Hal ini membuat pasar sulit mengenali identitas brand. Positioning boleh berkembang, tetapi jangan berubah hanya karena tren sesaat.

Cara Menentukan Positioning: Rumus Sederhana Membuat Kalimat Positioning

Untuk membuat kalimat positioning yang mudah di pahami, gunakan pola berikut:

Kami membantu [target market] untuk [hasil yang di inginkan] melalui [cara atau keunggulan utama].

Contohnya:

“Kami membantu perusahaan meningkatkan kualitas SDM, leadership, sales, dan pelayanan melalui program training yang aplikatif, interaktif, dan mudah di terapkan.”

Kalimat seperti ini lebih jelas karena menunjukkan siapa yang di bantu, hasil apa yang ingin di capai, dan pendekatan apa yang di gunakan.

Positioning Harus Terlihat dalam Aksi

Positioning bukan hanya di tulis di website atau brosur. Harus terlihat dalam tindakan sehari-hari. Jika sebuah bisnis ingin di kenal sebagai brand yang cepat, maka respons kepada pelanggan harus cepat. Jika ingin di kenal sebagai brand premium, maka kualitas komunikasi, desain, pelayanan, dan pengalaman pelanggan juga harus terasa premium.

Inilah alasan mengapa positioning perlu di pahami oleh seluruh tim, bukan hanya pemilik bisnis atau divisi marketing. Tim sales, customer service, admin, operasional, hingga leader harus memahami pesan yang sama. Dengan begitu, pelanggan merasakan pengalaman yang konsisten dari awal sampai akhir.

Kesimpulan

Cara menentukan positioning yang kuat di mulai dari memahami target market, menemukan masalah utama, menentukan keunggulan yang nyata, lalu mengemasnya dalam pesan yang sederhana dan konsisten. Positioning yang kuat membuat bisnis lebih mudah di percaya, lebih mudah di ingat, dan lebih mudah di pilih oleh pelanggan.

Di tengah persaingan yang semakin ketat, bisnis tidak cukup hanya di kenal. Bisnis harus di kenal dengan alasan yang tepat. Semakin jelas posisi bisnis Anda di benak pelanggan, semakin besar peluang untuk membangun kepercayaan dan meningkatkan penjualan.

Cara Menentukan Positioning

Ingin Bisnis Anda Memiliki Positioning yang Lebih Kuat?

Jika perusahaan Anda ingin membangun positioning yang lebih jelas, meningkatkan kualitas tim, memperkuat strategi sales, marketing, leadership, dan service excellence, saatnya berdiskusi bersama Coach Dian Saputra dan Team Sinergi Corpora Indonesia.

Hubungi WhatsApp: 082245009200
Kunjungi: diansaputra.com
Rujukan resmi: sinergicorporaindonesia.com